Search

Beda EQ dan IQ

Jakarta – Selama ini orangtua sering terlalu fokus pada kemampuan IQ anak tanpa pernah coba mencari tahu kalau EQ juga memengaruhi keberhasilan anak kelak. Bahkan banyak peneliti yang mengungkapkan kalau 80 persen kesuksesan seseorang dipengaruhi oleh kecerdasan emosional (EQ).

Menurut penelitian yang dihimpun oleh 6seconds, 60 persen efektivitas kerja dipengaruhi oleh kemampuan EQ. Kalau menurut Daniel Goleman, pakar EQ dunia, IQ membuat kamu dipekerjakan sedangkan EQ membuat kamu mendapatkan promosi.

Kesadaran EQ adalah kemampuan mengelola emosi dan menyadari kalau emosi yang dimiliki tersebut tidak hanya memegang peranan akan perkembangan diri pribadi tetapi juga lingkungan bahkan bisa menjadi alat untuk mengubah emosi orang lain.

Ketika ditanyakan mana yang paling penting diantara keduanya, susah untuk dipisahkan. Hanya saja kemampuan EQ yang baik bisa membuat kamu bertahan hidup ketimbang hanya mengandalkan IQ saja. Supaya lebih jelas, berikut adalah perbedaan antara EQ dan IQ.

  • IQ Lebih ke Logika, EQ Lebih ke Empati

Menurut pakar psikologi Daniel Goleman, IQ adalah kemampuan intelektual untuk memecahkan sebuah masalah dengan unsur-unsur matematiks dan logika. Sedangkan EQ lebih kepada pertimbangan emosi, empati menempatkan diri terhadap sebuah kondisi untuk lebih memahami  kondisi lingkungan atau orang lain sebelum akhirnya memberikan sebuah keputusan.

  • IQ Dibawa Sejak Lahir, EQ Bisa Diasah Sejak Dini

Perbedaan EQ dan IQ yang menonjol lainnya adalah IQ adalah kemampuan intelektual yang dibawa sejak lahir dan bisa dikembangkan dengan tuntunan ilmu pengetahuan secara akademik. EQ sendiri adalah kemampuan emosional yan bukan bawaan sejak lahir tetapi bisa diasak sejak dini. Kemampuan EQ seseorang akan berkembang bila dia berada dalam lingkungan yang mendukung kecerdasan emosionalnya lebih terarah.

  • IQ Tinggi Bisa Sukses Secara Individual tapi Belum Tentu Bisa Memimpin Tim

Orang-orang yang memiliki IQ tinggi bisa sukses dengan kemampuan kognitif, tes-tes akademis, nilai-nilai yang tertulis di kertas namun belum tentu mereka bisa bekerja sama dalam tim termasuk memimpin sebuah tim. Hanya mereka yang memiliki kecerdasan emosional (EQ) yang bisa memimpin sebuah tim. Cerdas di kertas belum tentu cerdas juga menempatkan diri dalam sebuah lingkungan dan menjadi “perekat” untuk rekan-rekan yang lain.

  • IQ = Jago Angka-angka, EQ= Jago Bersosialisasi

Mereka yang memiliki IQ tinggi lebih memiliki kapasitas mengerjakan persoalan yang membutuhkan data-data matematis, berbeda dengan mereka yang memiliki EQ tinggi lebih bisa memecahkan persoalan-persoalan sosial. Gampang dekat dengan lingkungan, mampu mencuri atensi khalayak dan memengaruhi minat publik untuk mengikuti perhatiannya.

  • IQ Tinggi Belum Tentu Pintar Bicara, EQ Tinggi Sudah Pasti Pintar Bicara

Perbedaan EQ dan IQ lainnya adalah kemampuan komunikasi yang dimiliki. Mereka yang memiliki IQ tinggi belum tentu pintar bicara, beberapa ada yang punya public speaking oke tetapi sebagian besar lebih sering menyimpan ide-ide “gilanya” melalui perhitungan dan logika. Sedangkan EQ tinggi punya kemampuan komunikasi yang lebih baik dalam menyampaikan ide dan gagasan.

Berita Yang Terkait

Leave a Comment