Search

Surabaya Awali Kota Bermobil Listrik

SURABAYA – Tahun ini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai merealisasi program mobil listrik untuk kendaraan dinas Wali Kota Tri Risma harini dan mobil dinas para pegawai. Kebijakan berani Rismaharini ini diharapkan memantik percepatan proyek mobil listrik nasional.

Surabaya tercatat sebagai kota pertama di Indonesia yang benar-benar menggunakan mobil listrik untuk kendaraan operasional harian. Selain Surabaya, transportasi berbasis listrik ke depan dinilai tepat jika bisa diterapkan di kota-kota besar lain seperti Jakarta, Bandung, dan Medan.

Konsep ini diyakini sesuai dengan kondisi Indonesia yang membutuhkan sistem transportasi ramah lingkungan, terjangkau masyarakat, mudah diakses, aman, dan nyaman. Komitmen besar dari daerah ini harus diimbangi pemerintah pusat dengan menyiapkan regulasi seperti pajak, lalu lintas, dan sebagainya.

Peraturan presiden (perpres) soal mobil listrik rencananya akan diteken oleh Presiden Joko Widodo dalam pekan ini. Kendati tergolong baru di Surabaya, sebenarnya mobil lis trik saat ini telah diterapkan di beberapa kota besar di dunia.

Pada April 2017 lalu, Wali Kota New York Bill de Blasio mengumumkan penggunaan 2.000 mobil listrik pada 2025 sebagai kendaraan operasional di New York. Saat ini Kota New York sudah menggunakan 650 mobil listrik dan 75 ambulans listrik. Blasio bertekad terus mengembangkan kota dengan basis transportasi listrik ini secara berkelanjutan.

Selain New York, Los Angeles juga mengembangkan mobil listrik untuk kendaraan operasional pemerintahannya. “Kita ingin menciptakan kota yang memiliki udara bersih,” ujar Wali Kota Los Angeles Eric Garcetti seperti dilansir Lamayor.org.

Di Paris, Wali Kota Anne Hidalgo melarang keras penggunaan mobil diesel di seluruh ibu kota Prancis ini pada 2024 mendatang. Dia hanya mengizinkan mobil listrik yang bisa beroperasi di jalanan Prancis.

Di Korea Selatan, mobil listrik ditempatkan di daerah wisata sekaligus dikembangkan di lokasi tersebut. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ingin sekali niatnya memiliki mobil dinas listrik segera terwujud. Dia menargetkan, mobil ramah lingkungan ini bisa dia gunakan selambat-lambatnya pada September mendatang.

Desain mobil dinas berjenis sport utility vehicle (SUV) ini tengah dikebut tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Risma ingin sekali mobil dinas (mobdin) listriknya segera menunjang kinerjanya untuk dibawa “blusukan” ke segenap penjuru kota.

Mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya itu sengaja meminta tim ITS untuk menyelesaikan mobil listrik ini dengan segera. Apalagi pada September nanti ada event internasional yang akan dihadiri 32 negara dan ratusan kota yang semuanya datang ke Surabaya.

Pada acara itu, akan ada sekitar 1.000 orang datang ke Surabaya. November Surabaya akan menjadi tuan rumah International Startup Summit yang akan dihadiri kurang lebih perwakilan 193 negara. Risma menyadari kebiasaan dalam memakai mobil listrik tak langsung diikuti masyarakat.

Jika program ini berhasil, semua mobil dinas akan dia ganti dengan mobil listrik. Untuk mempercepat pembuatan mobil yang dipesan Risma, ITS sudah membuat tim khusus berisi 20 orang. “Yang pasti kami usahakan. Saat ini sudah masuk fase desain, kami pastikan dulu semuanya sudah sesuai aturan dan aman untuk digunakan,” ujar project leader mobil listrik nasional dari ITS Indra Sidharta.

Related posts

Leave a Comment